Breaking News

ANALISIS MUTU DAN KEHILANGAN INTI SAWIT PADA PROSES PENGOLAHAN SAWIT DI PKS SEI. GARO PTPN. V RIAU

ANALISIS MUTU DAN KEHILANGAN INTI SAWIT
PADA PROSES PENGOLAHAN SAWIT DI PKS SEI. GARO PTPN. V RIAU

Anna Dhora1) dan Yelmiza1)

1)Staf Pengajar Teknik Pengolahan Sawit, Politeknik Kampar, Riau


ABSTRAK
               
Mendapatkan mutu inti terbaik dan menghindari losses atau kehilangan pada inti sawit bisa dikatakan merupakan tujuan utama dari sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh pihak manajemen Pabrik  dimulai dari pemilihan dan penyeleksian bahan baku, dalam hal ini buah sawit, dilanjutkan dengan proses pengolahan yang memenuhi standar dari PKS itu sendiri. Baik dari segi operator maupun peralatan dan mesin-mesin yang terlibat dalam proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan oleh PKS Sei. Garo dalam usaha untuk mendapatkan mutu inti terbaik dan meminimalisir jumlah kehilangan inti sawit dalam proses pengolahan di pabrik tersebut. Berdasarkan  hasil penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa mutu inti yang terdapat di PKS Sei. Garo melebihi dari standar norma yang telah ditetapkan oleh pabrik itu sendiri . Standar norma untuk kadar air pada inti yaitu 7 %, dan hasil yang didapatkan berkisar 6,78 % - 7,43 %, norma kadar kotoran 6 %, hasil 6,30 %-7,80 %, norma inti berubah warna 40 %, hasil yang didapatkan 65 %. Pengamatan terhadap kehilangan inti sawit yang dialami oleh pabrik mendapatkan hasil yang kurang baik pada alat LTDS I dan Clay Bath. Norma pada LTDS I adalah 2 %, sedangkan hasil yang didapat adalah 2% – 2,20 %. Norma pada Clay Bath adalah 2 %, dan hasil yang diperoleh adalah 2,10 % - 2,20 %.


Keywords: mutu inti sawit, losses inti sawit.

Versi Lengkap Disini
Designed By