Breaking News

MEKANISME PERTUMBUHAN KEAUSAN PAHAT BUBUT HSS DAN PENGARUHNYA TERHADAP GAYA POTONG PADA PEMBUBUTAN MATERIAL BAJA S40C

MEKANISME PERTUMBUHAN KEAUSAN PAHAT BUBUT HSS
DAN PENGARUHNYA TERHADAP GAYA POTONG
PADA PEMBUBUTAN MATERIAL BAJA S40C

Tulus Swasono1 dan Romiyadi1

1) Program Studi Perawatan Perbaikan Mesin, Politeknik Kampar.

ABSTRAK

Untuk menjaga kualitas geometri benda kerja tetap baik dan umur pahat dapat lebih lama maka pertumbuhan keausan pahat pada proses pemesinan sedapat mungkin diperkecil. Kondisi pemotongan, pemilihan ukuran dan metode penjepitan pahat merupakan syarat untuk menghasilkan  produk dengan ketelitian yang tinggi. Ukuran dan panjang penjepitan pahat yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi pemotongan sehingga umur pahat dapat diperoanjang. Pahat High Speed Steel (HSS) merupakan material pahat yang sering dipergunakan untuk pembubutan baja karbon sedang. Untuk mengetahui mekanisme pertumbuhan keausan dan pengaruhnya terhadap gaya pemotongan benda kerja dilakukan pengujian terhadap Baja S40C dengan kondisi pemotongan a = 0,5 mm, f = 0,25 mm/rev, v = 47 m/min. Ukuran pahat yang digunakan adalah ¼ - 4”,  5/16 – 4”, 3/8 – 4” dengan variasi panjang penjepitan pahat L 1 = 15 mm, L 2 = 20 mm, L3 = 25 mm. Disini terlihat bahwa kondisi pemotongan optimal adalah pada pembubutan  menggunakan pahat ukuran 3/8 – 4” dengan panjang penjepitan pahat L = 15 mm. Optimasi tersebut ditinjau dari rendahnya nilai keausan tepi (VB) dan gaya potong (Fv) pada setiap waktu pemakanan (tc).

Kata Kunci : Pahat HSS, Proses bubut, Keausan tepi, Keausan kawah, Gaya Potong.

Versi Lengkap Disini
Designed By