Breaking News

PENERAPAN METODE BELAJAR AKTIF TIPE KUIS TIM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DASAR PADA PROGRAM STUDI PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN POLITEKNIK KAMPAR

PENERAPAN METODE BELAJAR AKTIF TIPE KUIS TIM
DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DASAR
PADA PROGRAM STUDI PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN POLITEKNIK KAMPAR

Indah Purnama Putri1 dan Mahmud Akhyar1

1)Staff Pengajar Program Studi Perawatan dan Perbaikan Mesin Politeknik Kampar
Jl. Tengku Muhammad KM 2 Batu Belah- Riau 28461

ABSTRAK

Salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh pengajar untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar mahasiswa adalah dengan menerapkan metode belajar aktif tipe kuis tim. Tujuan dari penerapan metode ini adalah untuk melihat aktifitas mahasiswa dan perkembangan hasil belajarnya. Hal ini untuk menghidari mahasiswa yang pasif dalam pembelajaran, dengan adanya metode ini diharapkan setiap individu mempunyai tanggungjawab untuk setiap tugas yang diberikan kepadanya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah One Shot Case Study. Populasi  penelitian ini adalah mahasiswa program studi Perawatan dan Perbaikan Mesin tahun ajaran 2009-2010. Untuk pengambilan sampel dilakukan secara purposif sampling. Kelas yang diambil untuk penelitian hanya 1 kelas dan disesuaikan dengan tujuan penelitian.

Data penelitian ini adalah hasil belajar matematika mahasiswa yang diperoleh melalui kuis dan tes akhir. Kuis dilakukan di akhir pembelajaran. Kuis dilakukan sebanyak 6 kali dari 7 pertemuan. Melalui kuis tersebut dilihat perkembangan hasil belajar mahasiswa sejauh mana pemahamannya dalam menguasai materi yang diberikan oleh pengajar. Nilai kuis yang didapat dari setiap pertemuan cenderung mengalami peningkatan, walaupun peningkatannya tidak begitu besar. Di akhir penelitian diadakan tes akhir yang bertujuan untk melihat tingkat penguasaan mahasiswa untuk satu pokok bahasan. Dari tes akhir didapat persentase ketuntasan belajar Program studi perawatan dan perbaikan mesin adalah 77% dengan rata-rata 72. Jumlah mahasiswa yang mencapai tingkat penguasaan 15 orang dari 7 orang mahasiswa. Walaupun mahasiswa belum tuntas secara klasikal tetapi jumlah mahasiswa yang sampai pada tingkat penguasaan sudah lebih dari 50%. 

Versi Lengkap Disini 
Designed By