Breaking News

PENGARUH ADSORBEN KARBON AKTIF DAN BLEACHING EARTH (BE) TERHADAP KEMURNIAN STEARIN MINIPLANT POLITEKNIK KAMPAR

PENGARUH ADSORBEN KARBON AKTIF DAN BLEACHING EARTH (BE) TERHADAP KEMURNIAN STEARIN MINIPLANT POLITEKNIK KAMPAR

1Hanifah Khairiah, 2Antonius Jumadi Sihotang
1,2Program Studi Teknik Pengolahan Sawit, Politeknik Kampar
Email:Hanifahsayank@gmail.com


ABSTRACT
Stearin merupakan hasil samping dalam proses pembuatan minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit pada dasarnya terdiri dari dua bagian yaitu stearin (fraksi padatan) dan olein (fraksi cairan). Pemisahan kedua fraksi tersebut dilakukan melalui proses fraksinasi. Pada proses fraksinasi akan didapatkan fraksi stearin sebanyak 25 persen dan fraksi olein (minyak makan) sebanyak 75 persen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses pemurnian stearin, mengetahui perbandingan penggunaan karbon aktif dan bleaching earthh yang tepat sebagai adsorben pada proses pemurnian stearin, mengetahui bahwa stearin yang telah dimurnikan dapat sesuai dengan SNI. Rumusan  masalah dalam peneliian ini adalah apakah stearin hasil samping produksi minyak goreng di mini plant Politeknik Kampar sesuai dengan SNI, bagaimana proses pemurnian stearin, apakah stearin yang dimurnikan sesuai dengan SNI.  Penelitian ini menggunakan bahan sebagai adsorben pada pemurnian stearin adalah karbon aktif dan bleaching earthh. Data yang di ambil yaitu kadar asam lemak bebas, kadar air, dan warna. . Kesimpulan dari penelitian ini adalah Adsorben yang terbaik dalam proses pemurnian adalah menggunakan karbon aktif 5% dengan hasil yang memenuhi standar kadar air yaitu 0,1% sedangkan adsorben karbon akti 2% dan bleaching earthh belum bisa digunakan untuk proses pemurnian stearin karena hasil analisis asam lemak bebas dan kadar airnya di luar standar.


Kata kunci : Stearin, Karbon aktif, Bleaching earthh, Adsorben.

Versi Lengkap Disini 



Designed By