PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
PABRIK MINYAK SAWIT DENGAN LUMPUR AKTIF DI PKS. SEI. GARO PTPN. V
Yelmiza1 dan Nina Veronika1
1)Staf Pengajar Teknik Pengolahan
Sawit, Politeknik Kampar, Riau
ABSTRAK
Berbagai cara pengolahan limbah cair industri pabrik
kelapa sawit (PKS) telah dilakukan untuk mendapatkan kadar COD dan BOD yang
sesuai dengan standart baku mutu. Penelitian ini dilakukan terhadap limbah cair
industri di PKS Sei Garo. PTPN. V dengan
mengkombinasikan proses aerob – anaerob dan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami
proses pengolahan limbah cair industri PKS secara biokimia – kimia berdasarkan
waktu tinggal sel yang dikombinasikan dengan pengendapan menggunakan koagulan.
Pengolahan secara aerob menggunakan lumpur aktif di PTPN V. Sei Galo dan penggunaan
anaerob dilakukan secara bak. COD merupakan hasil pengolahan aerob, Terbentuknya limbah cair akan berpengaruh terhadap
proses lumpur aktif, salah satunya
terhadap mikroorganisme yang aktif efisiensi dan penurunan Biological Oxygen Demand
(BOD) dan Chemical Oxygen Demand
(COD). Hal tersebut akan mengganggu penggunaan zat organik dan oksigen, air
limbah industri (industrial waste water)
yang berasal dari berbagai jenis industri yang diakibatkan oleh proses industri
dan zat yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi. Warna air limbah adalah
berwarna transparan sampai kuning muda dan disertai adanya suspensi berwarna
coklat, zat terlarut dan tersuspensi yang mengalami penguraian biologi maupun
kimia yang akan berubah warna. Hal ini merupakan proses yang paling merugikan,
karena adanya proses dimana kadar oksigen di dalam air limbah menjadi nol dan
air limbah menjadi coklat dan busuk. Bau air limbah industri dikarenakan proses
pemecahan protein oleh mikroba alam, bau sungai atau saluran menyengat apabila
disalur tersebut sudah berubah menjadi anaerob, bau tersebut adalah terpecahnya
penyusun dari protein dan karbohidrat sehingga timbul busuk dari gas sulfat (H₂S). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah COD dengan efisiensi yang
baik yaitu berkisar 35,7%, hasil parameter mixed
liquor suspended solids (MLSS) adalah 1435 ppm dengan standar nya yaitu
1500 – 3500 ppm, organik loading 0,089 Kg (BOD) (m3hari-1 standar
nya 0,4 -1,2 Kg (BOD)(m3hari-1), sedangkan food to
mikroorganisme (F/M) yang di dapat 0,063 hari-1 (standar nya yaitu
0,05 – 0,15 m3hari-1), sedangkan parameter hydraulic
retention time (HRT) yaitu 8 - 4 jam (standarnya 6 - 8 jam), sedangkan
parameter sludge volume index (SVI) yaitu 173,66 ml/g (standar nya < 200
ml/g) dan pH yang di hasilkan yaitu 8,53 sedangkan standar nya yaitu pH 6,5
–8,5.
Versi Lengkap Disini